Sabtu, 26 Mei 2012

KINETIKA REAKSI


A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Kinetika reaksi adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari berlangsungnya suatu reaksi. Kinetika reaksi menerangkan dua hal yaitu mekanisme reaksi dan laju reaksi. Dalam kehidupan konsep laju reaksi sudah banyak diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, dan yang menjadi prinsipnya adalah semakin luas bidang sentuh maka akan semakin cepat laju reaksinya, seperti contoh penduduk pedesaan membelah kayu gelondongan menjadi beberapa bagian sebelum dimasukkan ke tungku perapian. Sedangkan dalam bidang industri konsep pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi diterapkan pada beberapa industri seperti industri alumunium, logam alumunium diperoleh dari mineral bauksit melalui proses peleburan dan elektrolisis. Pada industri semen konsep laju reaksi konsep laju reaksi diterapkan saat batu kapur dihancurkan menggunakan mesin penghancur sampai halus. Penghancuran ini  bertujuan mempercepat reaksi pada proses selanjutnya.
Dalam ilmu kimia persamaan laju reaksi hanya dapat dinyatakan berdasarkan data hasil percobaan. Dari data tersebut akan didapat cara untuk menentukan orde reaksi dan konstata laju reaksi. Persamaan laju reaksi ditentukan berdasarkan konsentrasi awal setiap zat dipangkatkan orde reaksinya. Nilai orde reaksi tak selalu sama dengan koefisien reaksi zat yang bersangkutan, karena orde reaksi merupakan penjumlahan dari orde reaksi setiap zat pereaksi. Mekanisme reaksi dipakai untuk menerangkan bagian langkah suatu reaktan berubah menjadi suatu produk.
2.      Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum pembuatan larutan dan standarisasinya ini adalah Menentukan tingkat reaksi logam Mg dengan larutan HCl
3.      Waktu dan Tempat
Praktikum Kinetika reaksi ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 25 November 2010 pukul 07.30 WIB di Laboraturium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
B.     Tinjauan Pustaka
Dalam ilmu kimia, laju reaksi menunjukan perubahan konsentrasi zat yang terlibat dalam reaksi setiap satuan waktu. Konsentrasi pereaksi dalam suatu reaksi kimia semakin lama semakin berkurang, sedangkan hasil reaksi semakin lama semakin bertambah (Anderton, 1997).
Untuk mempercepat laju rekaksi ada 2 cara yang dapat dilakukan yaitu memperbesar energi kinetik suatu molekul atau menurunkan harga Ea. Kedua cara itu bertujuan agar molekul-molekul semakin banyak memiliki energi yang sama atau lebih dari energi aktivasi sehingga tumbukan yang terjadi semakin banyak (Ryan, 2001).
Jika suatu zat dipanaskan, pertikel-partikel zat tersebut menyerap energi kalor. Pada suhu yang ebih tinggi molekul bergerak lebih cepat sehingga energi kinetiknya bertambah. Peningkatan energi kinetik menyebabkan kompleks teraktivasi lebih cepat terbentuk, karena energi aktivasi mudah terlampaui, dengan dewnikian reaksi berlangsung lebih cepat (Suroso, 2002).
Penyelidikan tentang reaksi yang bertujuan untuk menentukan hukum laju dan konstanta laju, seringkali dilakukan pada beberapa temperature. Idealnya langkah pertama untuk mengenali semua produknya, dan untuk menyelidiki ada tidaknya antar hasil sementara dan reaksi samping (Atkins, 1999).
Daya (laju) suatau reaksi kimia sama dengan hasil kali massa aktif (konsentrasi) pereaksi dan koefisien afinitas (tetapan kecepatan) dengan setiap massa aktif meningkat sampai daya tertentu. Daya tertentu tersebut tidak harus angka-angka bulat dan tidak disimpulkan dari persamaan reaksinya. Hukum Gulberd dan Waage tersebut dikenal sebagai hukum aksi massa (Anonim, 2010).
C.    Alat, Bahan dan Cara Kerja
1.    Alat
a.    Tabung reaksi
b.    Stopwatch
2.    Bahan
a.       8 potong pita Mg
b.      larutan HCl
3.    Cara Kerja
a.       Menyediakan 8 potong pita Mg @ 2 cm.
b.       Menyediakan larutan HCl : 1.0 M;1.2 M;1.4 M;1.6 M;1.8 M;dan 2 M @10 ml.
c.       Memindahkan 10 ml larutan HCl 2 M ke tabung reaksi dan masukan 1 potong pita Mg.
d.      Mencatat waktu mulai memasukkan pita sampai reaksi selesai (pita habis).
e.       Menggambar grafik konsentrasi terhada 1/t dan konsentrasi pangkat dua terhadap 1/t.
f.       Menentukan tingkat/orde reaksinya.

D.    Hasil dan Analisis Pengamatan
1. Hasil Pengamatan
Tabel 2.1 Hasil Pengamatan Reaksi 1
No
( )
1
1
645
0.00155
1
2.4037
0.001550388
2.4037x
2
1.2
338
0.002959
1.44
8.75319 x
0.003550296
1.26046x
3
1.4
270
0.003704
1.96
1.37174 x
0.005185185
2.68861x
4
1.6
203
0.004926
2.56
2.42665
0.007881773
6.21224x
5
1.8
186
0.005376
3.24
2.89051
0.009677419
9.36524x
6
2
148
0.006757
4
4.5653 x
0.013513514
0.000182615
jml
9
1790
0.025272
14.2
0.0001237
0.041358575
0.000380284
Sumber: Laporan Sementara

Tabel 2.2 Hasil Pengamatan Reaksi 2

No
x2
y2

x4
y4
x4y4
1
1
2.4037
1
5.77778
5.7778
2
1.44
8.75319 x
2.0736
7.66184
1.5888
3
1.96
1.37174 x
3.8416
1.88168
7.2286
4
2.56
2.42665
6.5536
5.88865
3.8592
5
3.24
2.89051
10.4976
8.35503
8.7708
6
4
4.5653 x
16
2.08427
3.3348
jml
14.2
0.0001237
39.9664
3.7792 x
4.6866x
Sumber: Laporan Sementara
2. Analisis Hasil Pengamatan
Mencari persamaan garis regresi linier pada tingkat 1 dengan persamaan y=a+bx
=-0,003
 =
= 0,006
Sehingga persamaan regresinya
y= a+bx
y= -0,003 + 0.006x
Misal y = 0
0=-0,003 + 0,006x
X =
      = 0,5
Misal X= 0
Y=-0,003 + 0,006(0)
Y= - 0,003
Mencari titik potong dengan sumbu x dan sumbu y
S =

S  =
S  = 0,003
Misal
0=0,026 + (-0,009)x
Misal 
A.    Pembahasan dan Kesimpulan
1.      Pembahasan
Suatu reaksi kimia ada yang berlangsung cepat dan ada pula yang berlangsung lambat. Cepat rambatnya suatu reaksi dinyatakan sebagai laju reaksi. Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan konsentrasi zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Jika pereaksi volumenya 2x lipat maka jumlah mol juga akan meningkat menjadi 2x tapi konsentrasinya tetap sama. Dari hasil pengamatan dapat kita ketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi HCl maka waktu yang dibutuhkan untuk melarutkan logam Mg akan semakin sedikit, karena laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu dan berbanding lurus dengan konsentrasi.
   Konsentrasi 1.0 M dapat melarutkan logam Mg dengan waktu 645 detik, 1,2 M 338 detik, 1,4 M 270 detik, 1,6 M 203 detik, 1,8 M 186 detik, 2.0 M 148 detik. Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a.       Luas permukaan sentuh : luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak hal. Luas permukaan yang besar menyebabkan laju reaksi semakin cepat, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel sehingga laju reaksi pun semakin kecil.
b.      Suhu : apabila suhu ada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering dan menyebabkan laju reaksi semakin cepat begitu juga sebaliknya.
c.       Katalis : suatu zat yang mempercepat laju reaksi pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.
d.      Molaritas : banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Semakin besar molalitas maka semakin cepat laju reaksi.
e.       Konsentrasi : semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin besar sehingga kecepatan reaksi meningkat.
2.      Kesimpulan
a.       Laju reaksi dipengaruhi oleh besar kecilnya suatu konsentrasi.
b.      Menurut persamaan, laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu dan berbanding lurus dengan konsentrasi.
c.       Semakin tinggi konsentrasi HCl maka semakin kecil waktu yang dibutuhkan untuk melarutkan Mg.
 DAFTAR PUSTAKA
Anderton, J. D. 1997. Foundations of Chemistry. Edisi kedua. Melbourne: Longman
Anonim, 2010. www.strompages.com/aboutchemistry. Di unduh tanggal 10 Desember 2010 pada pukul 19.15 WIB
Atkins, P. W. 1999. Kimia Fisika Jilid 2. Erlangga: Jakarta
Suroso, A. Y. 2002. Ensiklopedia Sains dan Kehidupan. Tarity Samudra Berlian: Jakarta
Ryan, Lawrie. 2001. Chemistry For You. Nelson Thornes: London
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar