Selasa, 05 Juni 2012

PENYAMBUNGAN TANAMAN

  1. PENDAHULUAN
1)      Latar Belakang
Pembiakan tanaman tidak selamanya berupa pembiakan generatif, akan tetapi dapat berupa pembiakan buatan atau aseksual yang pada tanaman sering disebut sebagai pembeiakan vegetatif. Keberhasilan dalam pembiakan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya cara yang digunakan,jenis tanaman, waktu, ketrampilan dan sebagainya.
Salah  satu cara perbanyakan secara vegetatif adalah menyambung. Prinsip dasar dalam menyambung adalah menyambungkan batang  bawah dengan batang atas dari tanaman lain yang sejenis, sehingga akan diperoleh tanaman baru yang sifatnya lebih unggul. Dalam penyambungan harus diperhatikan tanaman yang akan disambungkan, haus diketahui baang yang baik untuk batang batng bawah dan batang atas. Batang bawah berasal dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat perakaran yang baik, anatara lain: tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk, dan sebagainya. Sedang batang atas diambil dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat hasil yang diinginkan.
Penyambungan ada dua macam yaitu ‘Grafting’ dan ‘Budding’. Grafting adalah penyatuan antara batang (sepotong cabang dengan dua atau tiga mata tunas vegetatif) dengan batang yang terpisah atau dengan bagian pangkal akar yang terpisah untuk tumbuh bersama-sama membentuk satu individu baru. Sedangkan budding adalah bentuk grafting yang khas karena hanya satu tunas (bud) digunakan sebagai batang atas dan disisipkan di bawah kulit dari batang bawah. Budding lebih dikenal dengan okulasi atau penempelan.
Dalam acara penyambungan tanaman ini teknik yang digunakan adalah grafting dan budding sedangkan tanaman yang digunakan adalah tanaman kamboja atau adenium. Dengan adanya acara ini diharapakan teori yang sudah didapat pada saat kuliah dapat dipraktikan dan diterapkan.
2)      Tujuan Praktikum
         Pada praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Penyambungan Tanaman” ini bertujuan untuk mengetahui cara penyambungan tanaman.

  1. METODE
1.    Waktu dan Tempat Praktikum
         Praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Penyambungan Tanaman“ ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UNS sejak tanggal  04 Mei 2011 sampai  17 Juni 2011.
2.      Alat dan Bahan
a.       Alat
1)      Pot
2)      Pisau okulasi
3)      Tali raffia atau plastik
4)      Logbook
b.      Bahan
1)       2 batang adenium
2)      Media tanam
3)      Air
3.      Cara Kerja
a.  Menyediakan dua batang adenium,pot dan media tanam
b. Menyiapkan media tanam yang sudah berada di pot yang sudah di tanami tanaman adenium dan 1 batang adenium dipotong “V” terbalik dan “V” keatas dengan ukuran kurang dari 45 derajat.
c.  Menyambung irisan yang sudah dipotong, tetapi irisan tidak boleh dipegang atau terpegang oleh tangan.
d. Irisan yang sudah tersambung diikat dengan tali plastik.
e.  Memelihara setiap hari dan menyirami setiap hari
f.  Mengamati hasil penyambungan.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
1)      Hasil Percobaan
Gambar 3.1  Gambar Penyambungan Tanaman Adenium


 
                  Sumber : Hasil Pengamatan.
2)      Pembahasan
Pembiakan aseksual pada tanaman merupakan dasar dari pembiakan vegetatif yang memungkinkan tanaman memulihkan dirinya dengan regenerasi jaringan–jaringan dan bagian–bagian yang hilang. Pada banyak tanaman pembiakan tanaman secara vegetatif merupakan benar–benar proses yang alami, pada tanaman lain sedikit yang secara buatan. Cara–cara pembiakan vegetatif sangatlah banyak dan pemilihannya tergantung pada tanaman dan tujuan pembiakan ( Harjadi, 1993 ).
Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu : 1). Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi. 2). Pertumbuhan tanaman yang seragam. 3).  Penyiapan benih relatif singkat. 4). Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar serentak pada waktu tertentu, dengan demikian akan memudahkan pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi (Anonim, 2004).
Okulasi berasal dari bahasa Belanda oculatie yang artinya menempel. Sebelum melakukan okulasi, siapkan perlengkapan berupa pisau sayat, silet, atau pisau cutter, dan pita plastik atau tali rafia untuk mengikat bidang okulasi. Siapkan juga calon batang bawah dan batang atasnya. Calon batang bawah harus dipilih yang kondisinya sehat, pertumbuhannya baik, cukup umur, batang utamanya telah berwarna hijau keputihan serta mulai berkayu. Sementara itu, entres berupa mata tunas untuk calon batang atas diambil dari induk yang sehat; kualitas buahnya baik, serta dipilih dari cabang atau ranting yang masih muda, tidak terserang hama atau penyakit, dan berwarna hijau keputihan. Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu : 1). tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru). 2). antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama. 3). Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus. 4). Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama (Anonim, 2001).
Kecocokan antara batang bawah dan batang atas adalah syarat utama untuk mendapatkan bibit dengan pertumbuhan yang baik. Ada beberapa tingkat ketidkcocokan pada penyambungan batang bwah dan batang atas. Pertama adalah ketidakcocokan pada penyambungan itu sama sekali tidak cocok, dalam artian sambungan tidak pernah bertaut atau saling bertolak. Ataupun batang atas dan batang bawah saling bertaut tetapi tidak sempurna sehingga pertumbuhan bibit tidak sempurna atau tersendat – sendat ( Fuller, 2005 ).  
Keberhasilan teknik penyambungan sangat dipengaruhi oleh kompatibilitas antara dua jenis tanaman yang disambung. Pada umunya semakin dekat keakraban anatar dua tanaman yang disambung maka kecepatan pertumbuhan batang atas dan presentasi keberhasilan dari penyambungan ditentukan pula oleh kecepatan terjadinya pertautan antara batang atas dan batang bawah. Pertautan ini akan ditentukan oleh proses pembelahan sel pada bagian yang akan bertautan (Hanoto, 2000).
Gagalnya penyambungan dengan persentase yang tinggi merupakan salah satu gejala timbulnya ketidaksesuaian antara batang atas dan batang bawah seperti pada  hasil penyambungan  entris mini pada semaian batang bawah nyamplung. Jika produksi entris  mini dilakukan melalui perbanyakan stek pucuk secara invitro, maka masalah lambatnya pertumbuhan semaian batang bawah dapat sekaligus memperkecil ukuran entris mini tersebut (Supriyanto et. All, 2009).
Kelebihan dari metoda grafting antara lain, tidak adanya bekas luka yang menandakan kalau entress yang kita graftingkan adalah graftingan. Akan bagus bila diterapkan pada penambahan cabang untuk pembentukan bonsai yang kita bentuk, misalnya untuk mengisi kekosongan ruang pada dimensi bonsai atau untuk sekedar menambahkan anak cabang, sehingga memiliki percabangan yang lebih banyak sesuai dengan yang kita inginkan (Anonim, 2008).
Pada acara penyambungan tanaman ini (grafting dan budding) menggunakan tanaman kamboja (Adenium) V. Salah satu faktor yang penting dan perlu diperhatikan pada saat grafting, salah satunya adalah ukuran diameter batang dari kedua ketela pohon yang akan disambung. Di dalam pemilihan diameter batang keduanya harus berukuran sama atau mendekati sama, yang terpenting jangan sampai terdapat selisih yang besar pada ukuran tersebut. Pemilihan mata tunas saat budding harus tepat agar mata tunas tersebut bersenyawa dengan bidang keratan dan tumbuh dengan baik ( Fuller, 2005 ).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan grafting antara lain adalah jenis tanaman yang akan disambung, pemenuhan air pada tanaman, pemenuhan kebutuhan sinar matahari, pada waktu penyambungan harus memakai pisau yang tajam dan steril, cara mengikat harus benar, sambungan tidak boleh kemasukan air. Dan alat – alat yang digunakan bersih dari hama dan penyakit. Apabila salah satu dari hal – hal yang diatas tidak dilakukan dengan baik maka penyambungan yang dilakukan tidak akan berhasil atau tidak sempurna     (Hanoto, 2000).
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah cara pengikatan persambungan batang. Pengikatan yang kurang baik yaitu kurang kuat akan  mengakibatkan perkembangan / pertumbuhan kambium dalam batang tidak baik sehingga  persambungan tersebut tidak akan menumbuhkan tunas. Dan mengakibatkan kedua batang tidak akan melekat sehingga batang atas dan batang bawah tidak dapat bersatu. Suatu pengikatan yang baik adalah jika ikatan itu kuat antara batang atas dan batang bawah sehingga pada pertumbuhan tersebut tidak mengalami pergesaran tempat supaya kambiumnya dapat berkembang dengan baik.
Pada penyambungan (grafting) tanaman kamboja kami gagal. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain:
a.       Ketidak cocokan antara besar batang atas dan bawah.
b.      Kesalahan dalam pemotongan batang.
c.       Kurang rapatnya plastik tali pengikat.
  1. KESIMPULAN DAN SARAN
1)      Kesimpulan
Dari praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Penyambungan Tanaman” ini dan analisis hasil percobaan yang kami lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.       Grafting adalah salah satu perkembangan vegetatif buatan dengan cara menyatukan batang bawah tanaman yang memiliki perakaran baik dan batang atas yang menghasilkan bunga atau buah banyak sehingga diperoleh tanaman dengan perakaran baik dan menghasilkan buah yang banyak.
b.      Okulasi atau budding adalah salah satu perkembangan vegetatif buatan dengan cara menempempelkan mata tunas ke tanaman utama yang telah dikerat.
c.       Perawatan secara maksimal pada masa petumbuhan tanaman perlu diperlukan secara intensif agar diperoleh hasil yang maksimal.
d.      Manfaat penyambungan adalah  : memperoleh tanaman yang sama atau lebih unggul dari induknya dan waktu yang dibutuhkan untuk perbanyakan relatif singkat, hanya sekitar 14 hari (grafting). Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi, pertumbuhan tanaman yang seragam dan penyiapan benih relatif singkat.
2)      Saran
a.       Penyambungan dengan grafting atau budding harus memperhatikan kriteria tanaman yang siap untuk penyambungan, kebersihan peralatan yang digunakan dan pengikatan yang tepat agar sambungan berhasil. Pemangkasan dibuat miring agar air tidak menggenang pada batang yang akan mengakikbatkan batang menjadi busuk.
b.      Alat dan cara penyambunga harus dilakukan dengan benar agar tidak gagal.
c.       Perawatan yang meliputi penyiraman dan penyiangan hendaknya dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman sesuai harapan.

DAFTAR PUSTAKA



Anonim, 2008. http://www.daunbagus.com/mod. Diakses pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 pada puku 20.30 WIB.
Anonim, 2004 http://potkembangku.wordpress.com/2008/07/04/perbanyakan-adenium dengan-cara-budding/ . Diakses pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 pada puku 20.30 WIB.
Anonim, 2001 http://ditjenbun.deptan.go.id/rempahbun/rempah//index. Diakses pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 pada puku 20.30 WIB..
Fuller, H. J. 2005. College Botany. Henry Holt and Co. New York
Supriyanto, A; H. K. Devy; D. Setyorini dan Paino. 2009. Penyambungan Entris Mini Hasil Perbanyakan Invitro Pada Beberapa Persemaian Bagian Bawah Alternatif Manggis. Jurnal Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jakarta
Hanoto, W. 2000. Pengaruh Btang Bawah dan Zat Pengatur Tumbuhan Terhadap Tumbuhan Penyambungan Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.). Jurnal Agrotropikal.5(1) : 1-4.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar