Selasa, 05 Juni 2012

PERLAKUAN PEMANGKASAN TANAMAN


  1. PENDAHULUAN
1)      Latar Belakang
Buah tomat merupakan salah satu bahan pelengkap dalam setiap hidangan, dan sangat digemari oleh banyak orang. Permintaan akan buah tomat-pun kian hari kian meningkat. Buah memiliki keistimewaan tersendiri yaitu rasa yang lezat yang mengandung vitamin A dan C, serta warna dan bentuk yang menarik akan mengundang selera makan.
Dengan keadaan yang demikian, perlu kiranya suatu strategi dalam meningkatkan hasil tomat, terutama dari jumlah produksinya. Ada banyak factor yang mempengaruhinya, yaitu tingkat kesuburan tanah, iklim yang sesuai, benih yang unggul, bebas dari hama dan penyakit serta adanya penyinaran yang cukup. Selain daripada itu, jumlah produksi tomat dapat dilakukan dengan pemangkasan tanaman guna menumbuhkan tunas lateral.
Dengan tumbuhnya tunas lateral diharapkan dapat menghasilkan buah tomat yang lebih banyak dan dengan kualitas yang sama pula. Perlakuan pada tanaman tomat ini, diharapkan dapat diterapkan pada tanaman yang lainnya. Pemangkasan juga berguna untukmengurangi gangguan hama dan penyakit.
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada tanaman (plant regulator). Contoh zat pengatur tumbuh itu antara lain adalah auksin. Auksin dibentuk di koleoptil atau ujung batang dan akar yang berfungsi pada pemanjangan tunas apikal (tunas pertama yang tumbuh cepat), akibat dari dominansi apikal, yaitu terhambatnya pertumbuhan tunas lateral (tunas ketiak daun). Untuk itu pemangkasan tunas apikal perlu dilakukan agar tunas lateral dapat tumbuh.
Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama. Di lain pihak pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang abnyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik.
Praktikum pemangkasan ini dilakukan pada tanaman tomat (Licopersicum esculantum) dan Zat Pengatur Tumbuh yang terdapat pada tanaman tomat adalah Thyamin piridoksin yang dibentuk di daun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio, dan kuncup yang berhubungan dengan zat pertumbuhan yang dibentuk oleh tanaman.
2)      Tujuan Praktikum
         Pada praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan tunas lateral dan hasil tanaman.

  1. METODE
1.      Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Dasar Agronomi dengan judal “Perlakuan pemangkasan Tanaman“ ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UNS sejak tanggal 04 Mei 2011 sampai 17 Juni 2011.
2.      Alat dan Bahan
a.       Alat
1)   Polybag
2)   Pisau/gunting
3)   Alat tulis
4)   Penggaris
5)   Logbook
6)   Label
b.    Bahan
1)   Bibit tanaman tomat(Solanum lycopersicum)
2)   Tanah
3)   Air
4)   Kompos
3.      Cara Kerja
a.       Menyiapkan semua alat dan bahan.
b.      Menyiapkan media tanam (tanah), digemburkan dicampur dengan kompos.
c.       Menambahkan air pada media tanam secukupnya.
d.      Menanam bibit tomat satu polybag satu polybag satu tanaman.
e.       Merawat dan menyiram tanaman setiap hari.
f.       Mengamati pertumbuhannya serta memangkas pucuk salah satu tanaman pada 15 hari setelah tanam dan mengukur tinggi tanaman pada minggu seterusnya.
g.      Melihat berapa jumlah tunas yang tumbuh.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
1)      Hasil Percobaan
Tabel 3.1  Pengamatan Pada Tanaman Tomat.
Sumber : Hasil Pengamatan
2)      Pembahasan
Pada tanaman buah dikenal teknik pemangkasan bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi pada tanaman buah, pemangkasan mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit (Anonim, 2002). Ada beberapa cara pemangkasan yaitu pemangkasan cabang primer, pemangkasan peremajaan dan pemangkasan pemeliharaan. Dan sisi lain pemangkasan dalam yang dilakukan pada peremajaan akan menunda masa panen karena tanaman memerlukan waktu untuk rehabilitasi. Ditinjau dari aspek fisiologis tanaman, pemangkasa yang demikian disertai dengan pembersihan seluruh komponen untuk asimilasi adalah suatu hal yang sangat drastis dan akan menyebabkan terjadinya stagnasi pertumbuhan berikutnya (Zulkifli Hasan, 2001)
Pemangkasan dapat mendorong lebih cepat tumbuhnya tunas baru, yang berpotensi untuk berbunga.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan selain dapat meningkatkan hasil bunga juga dapat memperbaiki kualitas bunga dan penampilan atau figur tanaman menjadi lebih baik tetapi dapat juga mengadakan produksi bunga menurun. (Satsijah, 2008).
Tunas lateral merupakan subyek pengamat korelasi oleh tunas apikal sehungga jika tunas apikal dipangkas maka hanya tunas lateral paling atas yang tumbuh denagn cepat sehingga tunas basal tetap terhambat. Penghambatan tunas lateral tergantung pada konsentrasi hormon auksin yang diberikan pada permukaan batang yang dipotong. Sebuah pemberian auksin eksogen pada sebuah tanaman yang dipotong akan merangsang prtumbuhan pucuk tanaman (Wilkins, 2004). Dominasi pucuk dapat dihilangkan yang pemangkasan. Auksin dibentuk ujung batang dan ujung akar dari mana ia bergerak ke bagian lain dari tanaman hasil akhir dari konsentrasi auksin berhubungan dengan pemangkasan. Pertumbuhan dan juga diferensiasi jaringan dan alat-alat (Anonim, 2010)
Untuk mendapatkan hasil tomat yang seragam hanya memelihara dua cabang utama yang tumbuh pada batang utama. Setelah tumbuh beberapa daun biasanya tanaman tomat akan membentuk dua cabang dan tunas-tunas yang tumbuh pada ruas-percabangan. Tunas-tunas yang tumbuh pada cabang yang dipelihara dilakukan pemotongan. Pemotongan tunas yang tumbuh pada percabangan dilakukan dan harus dapat membedakan apakah yang tumbuh tersebut merupakan tunas atau calon bunga. Kalau yang tumbuh calon bunga jangan dilakukan pemotongan ketika tunas masih kecil. (Anonim, 2009)
Pembahasan pada pucuk tanaman dilakukan dengan mematahkan dominasi apikal sehingga pemangkasan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena pemangkasan merupakan suatu tindakan membuang tunas apikal sehingga mendorong tanaman agar bercabang banyak. Tunas yang terdapat dipucuk batang dipangkas sehingga tunas-tunas pada ketiak daun muncul. Tunas yang berada dipucuk adalah pusat terbentuknya auksin dan auksin tersebut akan menyebar kebagian batang tanaman setelah dilakukan pemangkasan dan mendorong munculnya tunas lateral. Jika tunas lateralnya semakin banyak maka akan diperoleh produksi yang maksimal.
Praktikum pemangkasan tanaman tomat dilaksanakan 15 hari setelah tanam, yaitu pada saat tanaman telah memiliki tunas apikal yang cukup kuat sehingga diharapkan dengan pemangkasan ini dapat merangsang pertumbuhan dari tunas lateral. Waktu panen yang terlalu dini membuat kita hanya dapat mengamati pengaruh peangkasan terhadap tunas lateral sedangkan saat berbunga, jumlah buah dan berat buah tidak dapat diamati karena waktu praktikum yang relatif singkat.
Jumlah tunas lateral pada tanaman tomat yang dipangkas sebagai perlakuan semuanya lebih banyak dibandingkan pada tanaman kontrol. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti : faktor genetik tanaman itu sendiri; faktor lingkungan berupa cahaya, kelembaban, bahan organik, CO2 dan faktor perlakuan seperti pemupukan pada awal tanam dan pemeliharaan.       

  1.  KESIMPULAN DAN SARAN
1)      Kesimpulan
Dari praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini dan analisis hasil percobaan yang kami lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.       Pemangkasan pada tunas apikal akan merangsang tumbuhnya tunas lateral
b.      Pemangkasan pada umumnya bertujuan untuk memperbanyak buah yang dihasilkan oleh suatu tanaman.
c.       Tanaman yang tunas apikalnya tidak dipangkas akan menghambat pertumbuhan tunas lateral yang  disebut dominasi apikal.
d.      Faktor yang berpengaruh terhadap pemangkasan adalah faktor tanaman, faktor lingkungan dan faktor perlakuan.
e.       Perawatan secara maksimal pada masa petumbuhan tanaman perlu diperlukan secara intensif agar diperoleh hasil yang maksimal.
f.       Manfaat pemangkasan adalah: Unsur hara yang diserap tanaman akan dimamfaatkan semaksimal mungkin oleh tanaman untuk memperbesar buah yang dipelihara, intensitas cahaya matahari yang masuk ketanaman lebih banyak sehingga akan mengurangi terjadinya serangan hama penyakit, beban batang tanaman tidak terlalu berat untuk menyangga buah sehingga, kerobohan dapat dikurangi,
2)      Saran
a.       Dalam melakukan pemangkasan sebaiknya pada saat batang tanaman telah kuat.
b.      Pemangkasan dibuat miring agar air tidak menggenang pada batang yang akan mengakikbatkan batang menjadi busuk.
c.       Perawatan yang meliputi penyiraman dan penyiangan hendaknya dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman sesuai harapan.

DAFTAR PUSTAKA



Anonim, 20010 http://www.tanindo.com/abdi2/hal0901.htm. Diakses pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 pada pukul 20.00 WIB.
Anonim, 2009 http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2007-nenihasnun-923 Diakses pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 pada pukul 20.00 WIB.
Satsijah. 2008. Pengaruh pemangkasan dan Aplikasi Cycosel Terhadap Hasil Bunga
Wilkins, S. 2004. College Botany. University Of New York. New York
Sutomo, Hadi. 2005. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah. UGM Press. Yogyakarta.

.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar